Hari Guru 2020SMA 5 Semarang

Artikel

Menjadi Pemenang di Era Pandemi

Oleh: Rochimudin, S.Pd. Guru SMA Negeri 5 Semarang

Pagi yang cerah dengan matahari bersinar terang pada hari Senin, 15 Maret 2020 berubah menjadi keheningan di sekolah. Siswa kelas XII yang seharusnya mengikuti ujian sekolah dan siswa kelas X dan XI yang seharusnya mengikuti penilaian tengah semester mendadak dirumahkan. Guru dan karyawan masih diperbolehkan ke sekolah namun pada akhirnya mendapat piket bergiliran. Itulah awal Pandemi Covid-19 yang membuat lockdown bagi siswa untuk tidak ke sekolah.

Selang satu minggu penilaian di sekolah diarahkan secara daring dan dimulai model Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Suatu hal baru yang tidak semua guru siap, terlebih siswa yang menghadapi kondisi darurat belajar. Seiring berjalannya waktu, tantangan tersebut bisa ditaklukan dan PJJ must go on.

Dua kunci yang menjadikan pendidik dan siswa mampu menghadapi tantangan PJJ yaitu daya tahan dan daya juang. Menurut https://kbbi.kemdikbud.go.id, daya tahan adalah kemampuan bertahan terhadap segala pengaruh dari luar yang dapat merugikan (penyakit, serangan musuh, godaan, dan sebagainya). Sedangkan daya juang adalah kemampuan mempertahankan atau mencapai sesuatu yang dilakukan dengan gigih.

Daya Tahan

Kesehatan merupakan nomor satu yang melandasi daya tahan di tengah Pandemi Covid19, baik bagi guru maupun siswa. Sedikit saja ada gangguan kesehatan maka pilihannya tetap di rumah saja atau berobat. Asupan gizi menjadi penting untuk kekebalan tubuh. Kunci dari daya tahan sebenarnya adalah disiplin. Adaptasi kebiasaan baru seperti memakai masker ketika bepergian atau di ruang publik, jaga jarak satu sampai dua meter dengan orang lain, cuci tangan, keluar rumah saat penting dan perlu saja akan membudaya apabila budaya disiplin ditegakan.

Adaptasi kebiasaan baru pada pembelajaran di
masa pandemi (Dok. Penulis)

Belajar merupakan kebutuhan pokok. Sebelum pandemi, belajar di sekolah dengan tatap muka lebih banyak waktunya. Namun saat pandemi menjadi berubah. Belajar di dan dari rumah lebih besar waktunya. Komunikasi dilangsungkan dengan gawai yang membutuhkan beaya untuk akses jaringan. Sarana komunikasi dengan sekolah yang tadinya gratis menjadi berbayar, belum lagi unduh materi atau sumber belajar. Oleh karena itu diperlukan sikap hemat sebagai bagian dari disiplin.

Kalau sebelumnya (mungkin) siswa lebih banyak melihat layar gawai atau komputer untuk bermain game dan akses media sosial, maka sekarang berbalik. Akses PJJ dan sumber belajar menjadi hal utama. Kebiasaan belajar di rumah yang dilaksanakan ketika ada tugas atau PR dari guru, sekarang berubah menjadi kemandirian dan kebutuhan belajar. Oleh karena itu, daya tahan dan adaptasi kebiasaan baru menjadi penting.

Daya Juang

Kemampuan mempertahankan atau mencapai prestasi belajar dilakukan dengan gigih dilandasi bernalar kritis dan berpikir kreatif. Bernalar kritis artinya mampu secara objektif memproses informasi atau materi pembelajaran, membangun keterkaitan antara berbagai, menganalisis, mengevaluasi, dan menyimpulkan informasi atau materi pembelajaran.

Berpikir kreatif artinya mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu, bermakna, bermanfaat, dan berdampak bagi lingkungan. Pandemi ini bukan untuk dihindari namun disikapi sebagai tantangan yang bisa ditaklukan oleh siapa saja terutama pelajar. Prestasi belajar dan pengembangan bakat diri tidak boleh terhenti. Berbagai lomba atau kompetisi masih tetap berjalan meskipun secara daring dan pengiriman hasil karya.

Gambar kiri, pada bulan Agustus 2020 meraih Juara lomba debat tingkat Kota Semarang; Gambar kanan, memperoleh Juara 1 dan 3 Duta Genre tingkat Jawa Tengah (Dok. Penulis)

Pemenang

Melalui daya tahan yang disiplin dan daya juang yang kritis dan kreatif dihasilkanlah para pemenang. Para pemenang telah teruji oleh situasi dan kondisi dan mampu menerapkan kebiasaan baru. Pelajar Pancasila adalah pemenang karena menjadi bagian dari upaya meraih prestasi di masa pandemi, namun meraih prestasi adalah never ending. Untuk menghasilkan para pemenang, up date pengetahuan dan skill oleh guru melalui webinar pembelajaran di masa pandemi sangatlah diperlukan.

Scroll to top